HOME

Minggu, 24 Januari 2016

Tugas Tune Up Avanza

TUNE UP TOYOTA AVANZA



TUNE UP TOYOTA AVANZA
1.1.1        LATAR BELAKANG
  Kendaraan terdiri dari sejumlah komponen, dengan dioperasikannya dalam waktu tertentu, maka kemampuan komponen yang fungsional  ( termasuk minyak pelumas dan kampas ) akan berkurang karena terjadi keausan, memburuk, berkarat, atau ada bagian-bagian yang perlu penyetelan. Tune Up adalah Menyetel ulang, membersihkan, serta mengganti komponen yang telah rusak atau aus dan melakukan perawatan berkala akibat penggunaan mobil terus menerus. Dengan kata lain Tune Up mesin adalah tindakan untuk mengembalikan kondisi mesin mobil pada taraf kerja mesin optimal. Sedangkan pekerjaan yang dilakukan antara lain adalah menyetel ulang, membersihkan serta mengganti komponen yang telah rusak atau aus.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan tune up mesin antara lain, sipakan peralatan yang diperlukan, tempat kerja atau bengkel bersih dari kotoran sehingga komponen-komponen mesin yang dibukan dan ditempatkan tidak kotor terkena debu. Kabel dari terminal baterai (accu) dilepas. Gunakan penunjang tetap jika kendaran didongkrak. Jangan sekali-kali menggunakan pahat atau palu untuk membuka mur baut yang memungkinkan mur baut tersebut lecet atau rusak. Jika menghendaki penggantian suku cadang mesin, gantilah dengan suku cadang yang asli. 

TUJUAN
·   Memperlambat kerusakan komponen mesin
·   Menjaga kualitas mesin
·   Mengembalikan kondisi mesin ke standar awal
· Mengoptimalkan kinerja mesin menjadi prima

3.1.2  PERSIAPAN DAN KELENGKAPAN KERJA

A.  Perlengkapan Keselamatan Kerja
·      Fender Cover, pasangkan fender cover pada kendaraan untuk melindungi fender kendaraan dari goresan maupun kotoran.
·      Grill Cover, pasangkan grill cover untuk menutup bagian depan kendaraan.
·      Steering Cover, pasangkan steering cover pada roda kemudi agar tidak kotor.
·      Floor Cover, untuk melindungi lantai kendaraan bagian depan ( driver )
·      Seat Cover, untuk melindungi tempat duduk bagian depan.
·      Sepatu Safety, untuk melindungi kaki.
·      Wearpack, sebagai pakaian kerja.
·      Sarung Tangan, untuk melindung tangan.
·      Masker, sebagai pencegah kotoran masuk kehidung dan mulut.

B. Perlengkapan Alat kerja

·      Tool Cady, sebagai tempat penyimpanan dan wadah alat kerja   
·      Kompresor  , sebagai penyuplai utama udara bertekanan tinggi                   
·      Kain Lap, untuk membersihkan alat kerja yang kotor
·      Stall Servis, sebagai tempat service mobil
·      Airgun, untuk membersihkan komponen yang kotor dan lainnya
·      Bak Oli, sebagai wadah saat menguras oli
·      Dongkrak, untuk mengangkat mobil
·      Selang udara, sebagai penghubung kompresor dengan alat kerja tenaga udara
·      Jackstand, sebagai penyangga body kendaraan

3.1.3  PEMERIKSAAN KOMPONEN

a.)      Air Filter (saringan udara)

Saringan udara harus diperiksa dan dibersikan secara rutin , sebab elementnya berangsur-angsur akan tersumbat dengan debu dan tidak dapat memberikan udara yang cukup pada mesin, menyebabkan tenaga mesin turun. Mesin avanza sendiri menggunakan seringan tipe kering.

Prosedure Pemeriksaan :
1.    Buka kap mobil
2.    Lepas 4 pengikat tutup rumah saringan udara
3.    Ambil Saringan udara
4.    Periksa elemen saringan udara, apabila sudah sangat kotor maka ganti yang baru
5.    Bersihkan saringan udara menggunakan air gun dari bagian dalam lalu di bagian luar.
6.    Bersihkan juga rumah saringan udara dengan lap atau air gun
7.    Pasang kembali Saringan udara dan tutup saringan udara


b.)  Fuel Filter  (saringan bahan bakar)
Saringan bahan bakar yang tersumbat akan menyebabkan berkurangnya jumlah pengiriman bahan bakar ke injection pump saat dibutuhkan mesin pada kecepatan tinggi/pada beban yang besar. Buka kran penguras dan semprot saringan dengan airgun dari saluran in sampai sisa bahan bakar habis.


Prosedure Pemeriksaan:
·      Meletakkan bak di bawah saringan agar bahana bakar tidak tumpah.
·    Mengendorkan saringan solar yang bekas dengan memutar berlawanan arah  jarum jam menggunakan tangan.
·      Membersikan tempat pemasangan agar saringan yang baru dapat dipasang dengan sebaik-baiknya.
·      Memutar saringan  bahan bakar  sampai permukaanya berhubungan.
·      Memutar saringan bahan bakar  dengan menambah 1/3-2/3 putaran.
                  
c.)  Oil Filter (saringan oli)

Oli yang kotor tidak dapat mencapai bagian-bagian mesin yang bergerak, bila saringan oli tersumbat, maka bagian-bagian (part) cenderung cepat menjadi aus. Oleh sebab itu saringan oli perlu diganti secara teratur.

Procedure penggantian oli filter :

·      Menyiapkan bak oli dibawah kran penguras.
·      Mengendorkan baut penguras untuk mengeluarkan oli mesin dengan kunci ring 14.
·      Tunggu hingga oli habis kemudian pasang kembali baut penguras hingga kencang.
·      Mengendorkan oli filter dengan memutarnya berlawanan jarum jam menggunakan kunci filter oli.
·      Bersihkan tempat saringan Oli
·      Pasang saringan oli yang baru sampai menggunakan tangan lalu kencangkan dengan kunci filter oli.

d.)  Engine Oil (Oli Mesin)
Oli Mesin merupakan salah satu bagian terpenting dalam pengoperasian kendaraan. Oli berfungsi sebagai pelumas, pembersih, pendingin, dan perapat komponen-komponen mesin yang bekerja secara berkala dan terus menerus selama kendaraan berjalan. Maka diperlukan pengecekan dan pemeriksaan pada Oli Mesin secara berkala agar tidak terjadi kerusakan pada komponen mesin.

Pemeriksaan Volume Oli Mesin :
· Tarik Stick Oli lalu lap, masukkan lagi sampai mentok lalu tarik.
· Periksa volume oli dengan melihat garis batas low – full pada stick oli
· Apabila berada digaris low, maka oli perlu ditambah dengan Oli standart Toyota (TGMO)
· Pengisian / Penambahan Oli Mesin dilakukan membuka tutup oli pada cover valve.


Pemeriksaan kualitas Oli :
·  Oleskan jari ke stick oli.
·  Apabila oli terlalu encer, maka oli perlu diganti.
·  Periksa kuantitas Oli, apabila oli berwarna :
-  Hitam Pekat          : tercampur karbon
-  Putih Susu              : tercampur air
-  Merah                    : tercampur bensin
-  Kelabu                   : tercampur serbuk bantalan
·  Priksa kebocoran pada cylinder head, kemungkinan bocor karena pengencangan  
   baut cover valve kurang atau seal cover valve sudah rusak.
·  Periksa kebocoran pada oil pan, kemungkinan bocor seal oli rusak, seal crank front
   rusak atau seal crank rear rusak dan seal cover timming rusak.
·   Kebocoran dekat pompa injeksi, kemungkinan seal O-ring pompa injeksi rusak.

e.)  Van Belt (Tali Kipas)
Tali Kipas atau Van belt berfungsi untuk menghubungkan putaran mesin dengan Alternator dan Kipas Pendingin. Tali Kipas harus dalam keadaan yang tidak terlalu kendor  atau juga tiak terlalu kencang agar tidak lepas atau putus. Tali kipas juga tidak boleh terlalu aus agar tidak terjadi slip dan menimbulkan bunyi saat berputar.


Memeriksa Kondisi Van Belt :
1.  Lepas Van belt dengan menggerakkan alternator keatas
2.  Balik van belt, lalu lipat
3.  Lihat kondisi ulirnya, apabila sudah retak atau aus maka harus diganti.
Menyetel defleksi Van Belt :
1.    Siapkan Spring Scale dan penggaris
2.    Pasang vanbelt pada puli
3.    Letakkan ujung penggaris pada sisi van belt
4.    Tarik van belt menggunakan spring scale dengan tekanan 10 kg
5.    Baca defleksi van belt pada penggaris ( Standar Defleksi : 7-11 mm)
6.    Apabila kurang atau lebih, maka setel dengan menggerakkan alternator keatas atau kebawah, seteleh selesai kencangkan kembali alternator.

f.) Baterai (Aki)
Baterai sebagai penyuplai utama arus listrik kekomponen-komponen mesin yang membutuhkan listrik untuk bekerja seperti motor starter, koil, platina, dll harus dalam keadaan yang siap pakai dan cukup untuk menyediakan energy yang dibutuhkan oleh mesin. Maka baterai juga perlu untuk dicek dan diperiksa kondisinya.


Memeriksa Kondisi Baterai :
1.    Cek kotak baterai dari kebocoran dan cacat
2.    Buka tutup ventilasi dan bersihkan lubang ventilasi
3.    Bersihkan terminal baterai dari kerak dengan air panas atau amplas
4.    Periksa volume elektrolit baterai dengan melihat garis batas volume elektrolit
5.    Apabila dibawah atau berada digaris “low”, maka perlu ditambah dengan air aki

Memeriksa Tegangan Baterai :
1.    Siapkan multi tester dan arahkan selector pada range 50 DCV
2.    Tempelkan testlead negative (hitam) ke terminal negative baterai dan testlead positif (merah) ke terminal positif baterai.
3.    Baca hasil pengukuran pada multi tester (Standard : 12 volt)
4.    Apabila kurang dari 12 volt maka baterai perlu diisi dengan battery charger


Mengukur Berat jenis Elektrolit baterai :
1.    Siapkan Hydrometer dan masukkan ke lubang pengisian
2.    Pompa Hydrometer hingga elektrolit naik
3.    Baca Hasil pengukuran : - Warna Hijau    : Baterai dalam keadaan baik
                                   - Warna Putih    : Baterai perlu diisi ulang
                                   - Warna Merah  : Baterai sudah jelek dan harus diganti

g.) Sistem Pendinginan
Sistem Pendinginan merupakan salah satu komponen mesin yang berfungsi untuk mengkondisikan  dan mensirkulasikan air pendingin agar sesuai dengan keadaan dan kebutuhan mesin.

 

 


Memeriksa Sistem Pendinginan :
1.    Periksa Fisik Radiator dari kerusakan dan kebocoran
2.    Periksa kran penguras, selang dan klem dari kebocoran dan kerusakan
3.    Periksa volume air pendingin pada reservoir tank, apabila dibawah garis low maka tambah dengan air suling.
4.    Periksa kondisi dan kualitas air pendingin, apabila air pendingin sudah sangat kotor maka perlu dikuras dan diganti dengan air pendingin yang baru.
5.    Periksa suara bearing-bearing dengan stetoskop.
6.    Pergantian air pendingin setiap kelipatan 20.000 km tanpa water coolant, jika menggunakan water coolant pergantian setiap kelipatan 40.000 km.


Memeriksa Kebocoran Radiator :

1.    Siapkan Radiator Tester
2.    Buka tutup radiator, dan pasang radiatot terster pada lubang pengisian
3.    Lalu pompa radiator tester sampai tekanan maksimum 0,9 kg/cm2
4.    Tunggu beberapa saat, apabila jarum turun maka terdapat kebocoran pada radiator


Memeriksa Tutup Radiator :

1.    Pasang Radiator Tester pada tutup radiator
2.    Pompa radiator tester sampai tekanan 0.9 kg/cm2
3.    Apabila jarum penunjuk tidak turun maka tutup radiator sudah rusak

h.) Busi (spark plug)
Busi merupakan salah satu komponen mesin yang sangat penting. Tanpa busi, kendaraan tidak bisa hidup karena tidak ada api yang membantu pembakaran bahan bakar udara. Karena terjadi loncatan bunga api secara terus menerus pada elektroda, sehingga menyebabkan elektroda hangus dan juga celahnya mengecil. Maka perlu dilakukan pengecekan dan penyetelan pada celah busi agar sesuai dengan kondisi awal dan meningkatkan kinerja mesin.


Pemeriksaan Busi :
1.    Buka rumah saringan udara dengan melepas 5 baut 10mm yang mengikat.
2.    Lepas 4 socket sensor koil
3.    Lepas 4 koil dengan melepas 4 baut 10mm yang mengikat masing-masing koil
4.    Lepas 4 busi dengan kunci busi ukuran 16.5 mm
5.    Bersihkan ulir dan elektroda busi dengan sikat kawat
6.    Apabila elektroda sudah hangus dan aus maka ganti dengan busi yang baru








20
Penyetelan Celah Busi :
1.    Siapkan Setelan Busi
2.    Pilih Setelan pada 1.1 mm
3.    Pasang setelan busi pada celah busi
4.    Lalu setel sesuai dengan spesifikasi

5.    Setelah penyetelan selesai, semprot ruang bakar dengan injector cleaner
6.    Pasang kembali busi, koil dan sensor, dan terakhir pasang rumah saringan udara.
2.8  Troubleshooting Tune Up Toyota Avanza
Perbaikan ini dilakukan, apabila ada kerusakan khusus dalam mesin kendaraan yang akan mempengaruhi kinerja dari semua bagian sistem EFI (Electronic Fuel Injection).

TROUBLESHOOT
SISTEM
BERMASALAH
KEMUNGKINAN
Mesin Susah Hidup
Sistem Bahan bakar, EFI, dan Pengapian
·      Jumlah suplai bahan bakar kurang
·      Pompa bahan bakar rusak
·      Baterai habis

21


·      Injector tersumbat atau mati
·      Socket injector mati
·      Busi tidak memercik
kan bunga api

Mesin Pincang / Bergetar Dengan Kuat
Sistem Pengapian dan EFI
·      Busi tidak memercik
kan bunga api
·      Koil mati / Tidak meng
alirkan arus
·      Injector tersumbat/tidak menyemprotkan bahan bakar
Mesin Mbrebet Pada Kecepatan Tertentu
Sistem Bahan bakar, EFI, dan Pengapian
·      Percikan Busi terlalu kecil
·      Saluran bahan bakar kotor
·      Kualitas bahan bakar jelek
·      Oli sudah terlalu kotor dan kental
·      Injector kotor
·      Saringan udara kotor
·      Campuran bahan bakar udara tidak tepat
·      Celah katup terlalu rapat


22
Mesin Boros
Sistem EFI Dan Pendinginan
·      Setelan bahan bakar tidak tepat
·      Throttle tidak rapat
·      Setelan Katup tidak tepat
·      Mesin Overheating
·      Sistem saluran bahan bakar tidak tepat
·      Injector bocor

v  Langkah – langkah Penanganan Masalah
·                     Lakukan pemeriksaan pada setiap kemungkinan kerusakan komponen
·                     Periksa keadaan komponen tersebut, menurut standarisasinya
·      Bila sudah tidak layak pakai atau sudah tidak sesuai standar maka dapat dilakukan pergantian atau penyetelan ulang

menggunakan Mirakas ( MiraCast)

Miracast adalah standar peer-to-peer screencasting nirkabel terbentuk melalui Wi-Fi koneksi langsung dengan cara yang mirip dengan Bluetooth. Hal ini memungkinkan pengiriman nirkabel audio dan video ke atau dari desktop, tablet, ponsel, dan perangkat lainnya. Hal ini memungkinkan pengguna untuk, misalnya, menampilkan gema dari ponsel atau tablet ke TV, berbagi layar laptop dengan konferensi proyektor kamar secara real-time, dan menonton program langsung dari kotak kabel rumah pada tablet. Baik mengirim dan menerima perangkat harus mendukung Miracast untuk teknologi untuk bekerja. Namun, untuk streaming musik dan film ke perangkat, seperti TV, yang tidak mendukung Miracast, adapter yang tersedia yang steker ke HDMI atau USB port.

Miracast memungkinkan perangkat portabel atau komputer untuk mengirim, aman [klarifikasi diperlukan], hingga video HD 1080p dan 5.1 surround sound (AAC dan AC3 adalah codec opsional, mandat codec linear pulsa-kode modulasi - 16 bit 48 kHz 2 saluran). protokol ini menggunakan koneksi wi-fi langsung antara dua perangkat tanpa keterlibatan router nirkabel dan tidak dapat digunakan untuk streaming ke jalur akses router. Hal ini diciptakan oleh wi-Fi Alliance.

Wi-Fi Miracast adalah sebuah solusi untuk menampilkan multimedia antar perangkat, tanpa kabel atau koneksi jaringan. Pengguna dapat melakukan hal-hal seperti melihat gambar dari sebuah smartphone pada televisi layar lebar, berbagi layar laptop dengan konferensi proyektor kamar secara real-time, dan menonton program langsung dari kotak kabel rumah pada tablet. Koneksi Miracast dibentuk menggunakan  Wi-Fi Direct, sehingga akses ke jaringan Wi-Fi tidak diperlukan - kemampuan untuk terhubung di dalam perangkat Miracast-bersertifikat.
Sementara setiap perangkat Miracast fungsi sedikit berbeda, ini adalah langkah-langkah dasar yang perlu kita ketahui.

1. Periksa untuk memastikan perangkat Anda Miracast-kompatibel. Meskipun banyak ponsel Android dan Windows 8.1 PC mendukung Miracast, tidak semua dari mereka dilakukan.Keluarga situs Wi-Fi Alliance mempertahankan daftar lengkap perangkat yang kompatibel, meskipun daftar itu tidak memperhitungkan teknologi Miracast-kompatibel seperti contohnya Samsung AllCast Share.

Untuk memeriksa apakah perangkat Android Anda kompatibel dengan Miracast, geser ke bawah dari bagian atas layar perangkat dan klik ikon di pojok kanan atas (ikon akan bervariasi tergantung pada merek perangkat Anda). Periksa ikon berlabel Mirroring Screen, atau open Tampilan dan memeriksa Display Wireless atau pilihan Wireless Mirroring. Jika ponsel atau tablet memiliki salah satu dari ini, Anda dapat menggunakan Miracast.

 

2. Sambungkan receiver Miracast ke TV. Sebagian penerima Miracast plug ke port HDMI TV dan siap menerima begitu mereka menyala. Jika perangkat Miracast Anda juga berfungsi penuh set-top box atau TV pintar, Anda harus mengaktifkannya terlebih dahulu dengan mengakses menu pengaturan dan mengikuti instruksi display nirkabel.
 
Dari sini, petunjuk berbeda tergantung pada apakah Anda streaming dari perangkat Android atau 8.1 PC Windows.

Untuk perangkat Android

3. Buka menu pengaturan. Mengakses menu pengaturan Anda dengan menggesekkan turun dari atas layar dan menekan pada ikon "setting".
 
4. Akses pengaturan tampilan Anda. Pada beberapa perangkat, pilihan layar-mirroring akan menjadi salah satu pilihan utama dalam menu pengaturan. Perangkat lain mengharuskan pengguna untuk membuka menu tampilan, lalu pilih "layar."

 
5. Pilih penerima Miracast Anda. Anda akan melihat daftar perangkat yang tersedia.

Tekan pada receiver yang ingin Anda gunakan, dan TV Anda akan mulai mencerminkan isi pada perangkat Android Anda.


6. Lepaskan ketika Anda sudah selesai. Miracast dapat keras pada baterai perangkat, jadi pastikan untuk memecahkan koneksi setelah Anda selesai mirroring. Mengakses ponsel Anda atau menu layar-mirroring tablet dengan cara yang sama yang Anda lakukan sebelumnya, kemudian tekan pada penerima dan pilih disconnect.


Untuk Windows 8.1
3. Buka menu pengaturan. Pergi ke layar awal Windows (waktu layar dengan semua ubin). Jika komputer Anda memiliki layar sentuh, geser ke kanan. Jika tidak, hover mouse Anda di simbol minus di sudut kiri bawah layar. Either way, Anda harus selanjutnya klik Settings.


4. Pilih Project. Ini akan membuka menu yang memungkinkan Anda untuk terhubung ke monitor lain.

5. Pilih "Tambah tampilan nirkabel." Komputer Anda secara otomatis akan mencari menampilkan dekatnya.



6. Klik pada layar yang diinginkan. Layar mirroring akan dimulai, dan konten Anda akan muncul di TV Anda.


7. "Disconnect" ketika Anda sudah selesai. Setelah anda selesai pengecoran konten Anda, hanya mengakses menu Project lagi dan pilih Disconnect.
Miracast hanya satu kemungkinan metode layar mirroring. Pemilik Android mungkin ingin menyelidiki opsi Layar Cast Google Chromecast, sementara iOS dan pengguna Mac OS X dapat memeriksa AirPlay di Apple TV.
Sekian Posting dari kami, semoga bermanfaat, akhir kata

Wasalammu'alaikum wr.wb

INDIKATOR MOBIL YANG WAJIB DI KETAHUI

Lampu Indikator adalah bahasa yang digunakan mobil untuk berkomunikasi dengan pengemudinya. Melaui Indikator yang berupa berbagai lambang yang terletak pada panel instrumen dashboard mobil, pengemudi mendapatkan petunjuk atau berbagai informasi penting seputar kondisi mobil pada saat itu.
Walaupun Lampu Indikator bukanlah sesuatu yang baru dan produsen telah berupaya untuk membuatnya sedemikian rupa agar mudah dimengerti, namun tidak semua pengemudi memahami petunjuk yang diinformasikan Indikator kepadanya. Bahkan ada yang menganggap lampu-lampu tersebut hanya sekedar hiasan yang memperindah panel instrumen.
Beberapa Indikator hanya mengingatkan pengemudi akan sesuatu, seperti lampu indikator bergambar Sabuk Pengaman (Seat Belt) yang berkedip atau bahkan juga berbunyi. Indikator tersebut berusaha mengingatkan pengemudi untuk mengenakan Sabuk Pengaman (demi keamanan berkendara). Tetapi terdapat juga beberapa Indikator yang dapat berakibat cukup fatal jika diabaikan.
Oleh karena itu kenali dan pahamilah informasi yang disampaikan Lampu Indikator mobil kepada Anda, terutama beberapa diantaranya yang membutuhkan perhatian serius.
Skala Prioritas Berdasarkan Warna
Selain melalui lambang atu gambar, Lampu Indikator juga menyampaikan pesannya melalui warna. Pada umumnya terdapat tiga warna berbeda; hijau, kuning dan merah (seperti lampu lalu lintas). Setiap warna memilki tingkat perhatian yang berbeda.
Hijau menandakan bahwa komponen tersebut sedang bekerja atau digunakan.
Kuning menandakan bahwa terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian dari pengemudi, baik pengecekan ataupun sekedar peringatan untuk berhati-hati (waspada). Umumnya petunjuk dengan warna ini masih memungkinkan pengemudi untuk tetap berkendara.
Merah menandakan sebuah peringatan yang mendesak dan dapat berakibat fatal. Jika warna ini muncul, maka disarankan untuk segera berhenti dan segera mengatasi masalah tersebut. Warna ini juga mengindikasikan bahaya terhadap keselamatan.
Dan berikut ini adalah arti dari beberapa Indikator yang umum ditemui pada panel instrumen :
Indikator Sabuk PengamanIndikator ini merupakan peringatan untuk menggunakan Sabuk Pengaman. Umumnya Indikator ini akan terus menyala, berkedip atau berbunyi selama Sabuk Pengaman tidak digunakan. Saat Anda siap untuk berkendara, sebaiknya segera gunakan Sabuk Pengaman demi keselamatan Anda dan juga menghindari tilang.

Indikator Lampu JauhIndikator ini menandakan bahwa Lampu Jauh (High Beam) sedang digunakan. Jika tidak dibutuhkan segera matikan karena lampu ini menyilaukan dan mengganggu penglihatan pengendara lain dan dapat menyebabkan kecelakaan.


Indikator Pintu MobilIndikator ini menunjukan bahwa pintu mobil masih dalam keadaan terbuka (tidak benar-benar tertutup). Pada beberapa kendaraan dapat  lebih spesifik, misalnya pintu depan, belakang, kiri atau kanan.


Indikator Bahan BakarJika Indikator ini menyala, menandakan bahwa persediaan bensin di tangki mobil Anda menipis. Segeralah melakukan pengisian di SPBU terdekat.



Indikator AirbagIndikator ini menandakan bahwa ada masalah dengan sistem Airbag. Karena Airbag terhubung dengan banyak sensor dan komputer, maka lakukanlah perbaikan di bengkel resmi.



Indikator Rem ParkirSaat Anda menggunakan Rem Parkir (Parking Brake), maka indikator ini akan menyala. Mengingatkan Anda untuk melepasnya sebelum menjalankan mobil.



Indikator RemIndikator ini menandakan bahwa ada masalah dengan Rem. Karena sistem pengereman merupakan salah satu bagian yang vital, maka segera periksakan masalah tersebut untuk mencegah terjadinya musibah.


Indikator ABSJika mobil Anda dilengkapi sistem pengereman ABS dan Lampu Indikator tersebut menyala, maka mengindikasikan masalah pada sistem ABS. Meskipun sistem ABS bermasalah, rem tetap bekerja (dengan cara konvensional), namun membiarkannya berlarut dapat membuat biaya perbaikan membengkak.


Indikator AccuSaat Indikator ini menyala, bukan berarti ada masalah pada Aki (Accu) mobil, tetapi pada sistem kelistrikan mobil, seperti masalah kinerja alternator, regulator, dan kabel-kabel penghubung tidak optimal.


Indikator Temperatur MesinIndikator ini menandakan suhu mesin atau radiator yang terlalu tinggi. Ada juga yang memiliki dua warna, yaitu hijau (keadaan suhu normal) dan merah (keadaan suhu tinggi / over heat). Jika Indikator ini menyala pada saat berkendara segeralah menepi dan matikan mesin.


Indikator Tekanan OliJika Indikator ini menyala, menandakan bahwa tekanan Oli rendah (volume Oli berkurang). Ini adalah masalah serius dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin mobil. Masalah ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti kegagalan pada funsi pompa oli dan sebagainya.


Indikator Periksa MesinIndikator ini menandakan bahwa ada komponen dari mesin yang tidak berfungsi dengan baik. Komponen tersebut dapat berupa sensor atau komponen lainnya yang mendukung kerja mesin secara keseluruhan.


Jenis-jenis Indikator diatas adalah yang sering dijumpai di mobil pada umumnya. Pada saat pertama menghidupkan mesin, beberapa Indikator dapat saja menyala beberapa detik, hanya sekedar menandakan bahwa indikator tersebut berfungsi dengan baik.

Translate