- Unjuk kerja
- Efisiensi penggunaan bahan bakar
- Penanggulangan dampak lingkungan
- Kenyamanan dan keamanan
Kendaraan
dengan fasilitas control elektronik dibandingkan dengan kendaraan
konvensional memiliki perbedaan pada piranti elektroniknya yang pada
dasarnya terdiri dari beberapa komponen, yaitu Sensor, Electronik
Control Unit (ECU), dan Unit actuator.
Sensor berfungsi untuk mengirimkan
sinyal atau data ke ECU, ECU berfungsi untuk mengolah data yang
dikirimkan oleh sensor dan mengirimkan nya kembali berupa perintah ke
actuator. Aktuator berfungsi sebagai pengeksekusi suatu perintah dari
ECU.
Di tulisan ini, hanya akan jelaskan macam-macam sensor beserta fungsinya.
1. Engine Control Temperature (ECT)/Sensor Temperatur Mesin dan Intake Air Temperature(IAT)/Temperatur udara masuk
Sensor yang dihubungkan seri dengan
tahanan dan diberi tegangan 5 V. Bila tegangan pada sensor berubah
(karena temperature), maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan
kerja adalah 4,5 s/d 0,2 Volt, dari dingin ke panas
TPS
berfungsi untuk mengetahui derajat pembukaan katup gas dan mengontrol
jumlah udara yang masuk. Sensor ini terbuat dari bahan Karbon arang.
Range kerjanya adalah dalam % pembukaan katup gas (0 % = 0,5 Volt -----
100 % = 4,7 Volt). Cara kerjanya: Tegangan 5 Volt dari ECU sebagai
sumber, bila katup gas dibuka akan membuat perbandingan tegangan yang
berasal dari perbandingan tahanan, sehingga mengeluarkan sinyal tegangan
0,5 s/d 4,7 Volt.
Air flow meter berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk, dan ini dipakai pada system injeksi jenis L-EFI.
Jenis-jenis Air Flow Meter:
a. Sensor Flap (impact pressure) Air Flow Sensor LMM
Jenis
ini terbuat dari tahanan geser (karbon arang). Cara kerjanya: pedal
ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh pengukur jumlah
udara. Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris
ke unit pengontrol elektronika.
b. Sensor Massa Udara (Kawat dan Film Panas)
Jenis ini terbuat dari bahan kawat panas (platinum), Thermister, Metallic Film. Prinsip kerjanya: kawat panas dijaga pada temperature tetap dirangkai dengan termistor . Suatu aliran udara akan menyebabkan kawat panas menjadi dingin, rangkaian elektronik akan mempertahankan temperature pada kawat panas tetap. Pada waktu yang bersamaan, rangkaian elektronik mengukur arus yang mengalir ke kawat panas dan mengeluarkan sinyal tegangan sebanding dengan aliran arus.
Jenis ini terbuat dari bahan kawat panas (platinum), Thermister, Metallic Film. Prinsip kerjanya: kawat panas dijaga pada temperature tetap dirangkai dengan termistor . Suatu aliran udara akan menyebabkan kawat panas menjadi dingin, rangkaian elektronik akan mempertahankan temperature pada kawat panas tetap. Pada waktu yang bersamaan, rangkaian elektronik mengukur arus yang mengalir ke kawat panas dan mengeluarkan sinyal tegangan sebanding dengan aliran arus.
c. Karman Vortex
Jenis Karman Vortex terbuat dari bahan Photo Coupler (LED dan Photo Transistor). Cara kerjanya: Udara yang masuk dibuat pusaran oleh pembentuk pusaran udara dan distabilkan oleh plat penstabil pusaran udara, kemudian diukur melalui pemancar dan penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah pengolah sinyal, gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangnan yang diterima oleh computer.
Jenis Karman Vortex terbuat dari bahan Photo Coupler (LED dan Photo Transistor). Cara kerjanya: Udara yang masuk dibuat pusaran oleh pembentuk pusaran udara dan distabilkan oleh plat penstabil pusaran udara, kemudian diukur melalui pemancar dan penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah pengolah sinyal, gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangnan yang diterima oleh computer.
Fungsi
MAP sensor adalah untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Sensor ini
terletak pada saluran udara masuk setelah katup gas dan digunakan pada
mesin injeksi jenis D-EFI. Cara kerja MAP: Piezo Resistive adalah bahan
yang nilai tahanannya tergantung dari perubahan bentuk. Piezo resistive
dibuat diafragma (Silicon chip) berfungsi sebagai membrane antara
ruangan vacuum (0,2 bar) sebagai referensi dan ruangan yang berhubungan
dengan intake manifold.
Perbedaan
tekanan antara ruang vacuum dengan intake manifold berakibat perubahan
lengkungan pada membrane silicon chip. Pengolah sinyal merubah menjadi
tegangan sinyal. MAP sensor mengeluarkan tegangan paling tinggi ketika
tekanan intake manipold adalah paling tinggi (kunci kontak “ON” mesin
“MATI”, atau katup gas diinjak tiba-tiba/Accelerasi). Begitu pula
sebaliknya mengeluarkan tegangan paling rendah jika terjadi decelerasi
(perlambatan).
Sensor ini berfungsi untuk mengetahui kerusakan pada Katalik konventer dan sebagai system closed loop A/F Rasio. Prinsip Kerjanya: Bila ada perbedaan jumlah O2 udara luar, akan terjadi beda potensial antara kedua elektroda. Tegangan maksimal 1 volt. Temperatur kerja min. 400C.
6. Sensor Putaran
- Sensor Induktif pada Distibutor
Sensor CKP dan CMP pada distributor
Untuk
system yang pengajuannya dengan mikrokontrol, maka sinyal putaran (CKP)
harus dilengkapi dengan sensor posisi pada silinder (CMP). Sinyal ada
yang di distributor dan di poros engkol
- Sensor Induktif pada poros engkol
Sensor ini terdiri dari dua, yaitu: satu sensor induktif
dan dua sensor induktif (CKP dan CMP)
d. Sensor Photodioda
Berfungsi sebagai sensor putaran dan TOP
7. Sensor Knoking
Sensor ini berfungsi untuk mengetahui knoking, system closed loop pengapian dan mendeteksi octane bahan bakar. Prinsip
kerja: Bila terjadi knoking (pinking) akan terjadi getaran pada sensor
knoking berupa nois. ECU akan memundurkan saat pengapian 2 kali sampai
tidak terjadi detonasi lagi. Untuk 4 silinder perlu 1 sensor, 5 atau 6
silinder perlu 2 sensor, 8 lebih bisa 2 atau lebih sensor.